JANTI adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Desa Janti mayoritas mata
pencaharian penduduknya adalah petani. Desa Janti
sendiri dibagi menjadi empat dusun, yakni Dusun Janti, Dusun Pesantren, Dusun Plosorejo dan Dusun Plosokerep. Dari keempat pembagian wilayah pedusunan tersebut,
masing-masing dusun memiliki sejarah dan asal muasal yang berbeda dan dusun Janti yang
memiliki asal muasal paling tua dibandingkan dengan dusun yang lain. Dengan kearifan
lokal para sesepuh pada saat itu keempat dusun tersebut dijadikan menjadi satu yaitu Desa Janti, berikut ini asal
muasal Desa Janti .
Menurut
para tetua desa (dari 20 koresponden), dahulu kala Desa Janti merupakan daerah
belum berpenghuni yang lingkungannya banyak ditumbuhi pepohonan yang
lebat dan besar serta memiliki jenis tanaman yang paling dominan tumbuh subur
pada saat itu adalah pohon jenti (sejenis pohon Turi). Dari sinilah para
pengungsi peperangan Kerajaan Mataram yang saat itu melawan Pemerintah Kolonial
Belanda membuka lahan untuk dijadikan tempat persembunyian dan tempat tinggal
yang akhirnya berkembang menjadi tempat pemukiman dan lahan pertanian, seiring
dengan berjalannya waktu menjadi suatu kumpulan masyarakat.
Desa Janti sendiri mulai berdiri diperkirakan Tahun 1700
an,Awal mula Desa Janti didirikan oleh 3 ( tiga ) tokoh yaitu :
1.Mbah Suduk Udal-Udal
2.Mbah Ronggo
3.Mbah Kasan Muladi (Mbah Sugih Waras)
Ketiga
tokoh tersebut adalah seorang Musafir dari daerah Solo dan Jogyakarta. Selain
seorang Musafir Ketiga tokoh tersebut juga tokoh SPIRITUAL dari Kerajaan
MATARAM.
Menurut
cerita , Desa ini dinamakan Desa Janti karena pada saat pertamakali datang , di
Daerah ini memiliki jenis tanaman yang paling dominan tumbuh
subur yaitu pohon jenti (sejenis pohon Turi). Oleh karena itu beliau menamakan daerah ini
dengan sebutan Janti.Dari ketiga tokoh tersebut yang pernah penjabat lurah atau
pemimpin hanya dua orang dan yang satunya yaitu Kasan Muladi memilih menjadi
sesepuh spiritual dan mendirikan padepoan yaitu padepoaan « SUGIH
WARAS « serta Mbah Kasan muladi
sendiri akhirnya mendapat julukan Mbah Sugih Waras sampai sekarang makam beliau
masih banyak dikunjungi warga sekitar maupun dari daerah luar Desa Janti.
Sejak saat
itu untuk menandai hal terebut diabadikan
sebagai tetenger (penanda) yang bertepatan dengan hari Jum’at Pon
sebagai hari jadi Desa Janti, sampai sekarang dipercaya dan diperingati oleh
semua warga Desa Janti dan sekitarnya. Berawal dari situlah sebagai bentuk
penghargaan pada Dusun Janti yang merupakan cikal bakal berdirinya Desa Janti,
dijadikan nama Desa dan pusat pemerintahan.
Pemerintahan Desa Janti Terbentuk pada zaman Hindia
Belanda mulai Tahun 1700. dan yang dipercaya menjadi Kepala Desa adalah
:
1.
Mbah Suduk Udal-Udal (Tahun
1743-1800)
2.
Mbah Ronggo Warsito (tahun
1800-1848)
3.
Tidak diketahui (Tahun
1848-1882)
4.
Tidak diketahui (Tahun
1882-1897)
5.
Bapak Rono Musipah (Tahun
1897-1924)
6.
Bapak M. Dihardjo ( Tahun
1924-1957)
7.
Bapak Astro Samiran (Tahun
1957-1974)
8.
Bapak Sawal (Tahun 1974-1980)
9.
Bapak Basuki (Tahun 1980-1983)
10.
Bapak Soeripto (Tahun
1983-1997)
11.
Bapak Rianto (Tahun 1998-2014)
12. Bapak Abdul Qohar Rozi (Tahun 2014-2020)